Website Resmi Pengadilan Agama Makale | Media Informasi dan Transparansi Peradilan

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Italian Portuguese Russian Spanish

Jadwal Sidang

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2189
mod_vvisit_counterKemarin4907
mod_vvisit_counterMinggu ini17765
mod_vvisit_counterMinggu lalu29732
mod_vvisit_counterBulan ini99852
mod_vvisit_counterBulan Lalu136169
mod_vvisit_counterSemuanya1349793

We have: 73 guests online
Your IP: 54.224.108.85
 , 
Today: May 24, 2018

 

FOKUS PERADILAN

Majalah Peradilan

Edisi_7 Oktober 2015
Edisi_6 Mei 2015 Edisi_10 Des 2016

Edisi_2 Sep-Nov 2013 Edisi Perdana Mei 2013 Edisi_Mei 2013
Edisi_4 Juli 2014

Edisi_3 Des 2013

Audensi KPTA Makassar : Selalu Berakselerasi Untuk Menyambung Pikiran Sebagai Petugas Abdi Negara

Wednesday, 05 December 2012 02:46

Verset

Laporan Perkara Yang Dimohonkan Verset
BULAN 2018 2017 2016 2015 2014
Januari Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Februari Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Maret Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
April Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Mei Nihil Nihil Nihil Nihil
Juni Nihil Nihil Nihil Nihil
Juli Nihil Nihil Nihil Nihil
Agustus Nihil Nihil Nihil Nihil
September Nihil Nihil Nihil Nihil
Oktober Nihil Nihil Nihil Nihil
November Nihil Nihil Nihil Nihil
Desember Nihil Nihil Nihil Nihil

Banding

Laporan Perkara Yang Dimohonkan Banding
BULAN 2018 2017 2016 2015 2014
Januari Lihat Nihil Lihat Nihil Nihil
Februari Lihat Nihil Lihat Nihil Nihil
Maret Lihat Nihil Lihat Nihil Nihil
April Lihat Nihil Lihat Nihil Nihil
Mei Nihil Lihat Nihil Nihil
Juni Nihil Nihil Lihat Nihil
Juli Nihil Nihil Lihat Nihil
Agustus Nihil Nihil Lihat Nihil
September Nihil Nihil Lihat Nihil
Oktober Nihil Nihil Lihat Nihil
November Lihat Nihil Lihat Nihil
Desember Lihat Nihil Lihat Nihil

Kasasi

Laporan Perkara Yang Dimohonkan Kasasi
BULAN 2018 2017 2016 2015 2014
Januari Nihil Nihil Lihat Nihil Nihil
Februari Nihil Lihat Lihat Nihil Nihil
Maret Nihil Lihat Lihat Nihil Nihil
April Nihil Lihat Lihat Nihil Nihil
Mei Nihil Lihat Nihil Nihil
Juni Nihil Lihat Nihil Nihil
Juli Nihil Lihat Nihil Nihil
Agustus Nihil Lihat Nihil Nihil
September Nihil Nihil Nihil Nihil
Oktober Nihil Nihil Nihil Nihil
November Nihil Nihil Lihat Nihil
Desember Nihil Lihat Lihat Nihil

Peninjauan Kembali

Laporan Perkara Yang Dimohonkan Peninjauan Kembali
BULAN 2018 2017 2016 2015 2014
Januari Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Februari Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Maret Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
April Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
Mei Nihil Nihil Nihil Nihil
Juni Nihil Nihil Nihil Nihil
Juli Nihil Nihil Nihil Nihil
Agustus Nihil Nihil Nihil Nihil
September Nihil Nihil Nihil Nihil
Oktober Nihil Nihil Nihil Nihil
November Nihil Nihil Nihil Nihil
Desember Nihil Nihil Nihil Nihil

Eksekusi

Laporan Perkara Yang Dimohonkan Eksekusi
BULAN 2018 2017 2016 2015 2014
Januari Lihat Nihil Nihil Nihil Nihil
Februari Lihat Nihil Nihil Nihil Nihil
Maret Lihat Nihil Nihil Nihil Nihil
April Lihat Nihil Nihil Nihil Nihil
Mei Nihil Nihil Nihil Nihil
Juni Nihil Nihil Nihil Nihil
Juli Nihil Nihil Nihil Nihil
Agustus Lihat Nihil Nihil Nihil
September Nihil Nihil Nihil Nihil
Oktober Lihat Nihil Nihil Nihil
November Lihat Nihil Nihil Nihil
Desember Lihat Nihil Nihil Nihil

MACAM-MACAM UPAYA HUKUM

DAN PROSEDUR PENGAJUANNYA DI PA MAKALE

VERZET

V E R Z E T

Verzet adalah Perlawanan Tergugat atas Putusan yang dijatuhkan secara Verstek.

Tenggang Waktu untuk mengajukan Verzet / Perlawanan :

  1. Dalam waktu 14 hari setelah putusan diberitahukan (pasal 153 (2) R.Bg
  2. Sampai hari ke 8 setelah teguran seperti dimaksud Pasal 207 R.BG ; apabila yang ditegur itu datang menghadap
  3. Kalau tidak datang waktu ditegur sampai hari ke 8 setelah eksekutarial (pasal 153 R.Bg). (Retno Wulan SH. hal 26).

Perlawanan terhadap Verstek, bukan perkara baru

Perlawanan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah dengan gugatan semula. Oleh karena itu, perlawanan bukan gugatan atau perkara baru, tetapi tiada lain merupakan bantahan yang ditujukan kepada ketidakbenaran dalil gugatan, dengan alasan putusan verstek yang dijatuhkan, keliru dan tidak benar. Putusan MA No. 494K/Pdt/1983 mengatakan dalam proses verzet atas verstek, pelawan tetap berkedudukan sebagai tergugat dan terlawan sebagai Penggugat (Yahya Harahap,Hukum acara Perdata, hal 407).


Pemeriksaan Perlawanan (Verzet)

A. Pemeriksaan berdasarkan gugatan semula.

Dalam Putusan MA No. 938K/Pdt/1986, terdapat pertimbangan sebagai berikut :

Substansi verzet terhadap putusan verstek, harus ditujukan kepada isi pertimbangan putusan dan dalil gugatan terlawan / penggugat asal.

Verzet yang hanya mempermasalahkan alasan ketidakhadiran pelawan/tergugat asal menghadiri persidangan, tidak relevan, karena forum untuk memperdebatkan masalah itu sudah dilampaui.

Putusan verzet yang hanya mempertimbangkan masalah sah atau tidak ketidakhadiran tergugat memenuhi panggilan sidang adalah keliru. Sekiranya pelawan hanya mengajukan alasan verzet tentang masalah keabsahan atas ketidakhadiran tergugat memenuhi panggilan, PN yang memeriksa verzet harus memeriksa kembali gugatan semula, karena dengan adanya verzet, putusan verstek mentah kembali, dan perkara harus diperiksa sejak semula.


B. Surat Perlawanan sebagai jawaban tergugat terhadap dalil gugatan.

Berdasarkan Pasal 129 ayat (3) HIR, perlawanan diajukan dan diperiksa dengan acara biasa yang berlaku untuk acara perdata. Dengan begitu, kedudukan pelawan sama dengan tergugat. Berarti surat perlawanan yang diajukan dan disampaikan kepada PN, pada hakikatnya sama dengan surat jawaban yang digariskan Pasal 121 ayat (2) HIR. Kualitas surat perlawanan sebagai jawaban dalam proses verzet dianggap sebagai jawaban pada sidang pertama. (Yahya Harahap,Hukum acara Perdata, hal 409 - 410).

BANDING

Banding adalah upaya hukum dari pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Pengadilan tingkat pertama dan dapat diajukan dalam tenggang waktu 14 hari sejak tanggal putusan itu diberitahukan kepada para pihak dan diajukan kepada Pengadilan Tinggi (Pengadilan tingkat banding) melalui Pengadilan tingkat pertama yang memutuskan perkara tersebut.

PROSEDUR PENGAJUAN BANDING

1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada Pengadilan Agama Makale dalam tenggang waktu :

  • 14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, pengumuman/pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan;
  • 30 (tiga puluh) hari bagi Pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum pengadilan agama yang memutus perkara tingkat pertama. (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947).
2. Membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989).
3. Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947)
4. Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No. 20 Tahun 1947)
5. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara di Pengadilan Agama Makale Pasal 11 ayat (1) UU No. 20 Tahun 1947).
6. Berkas perkara banding dikirim ke Pengadilan Tinggi Agama Makassar oleh Pengadilan Agama Makale selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding.
7. Salinan putusan banding dikirim oleh Pengadilan Tinggi Agama Makassar ke Pengadilan Agama Makale untuk disampaikan kepada para pihak.
8. Pengadilan Agama Makale menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.
9. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka panitera :

a. Untuk perkara cerai talak :


  1. Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon.
  2. Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

b. Untuk perkara cerai gugat :


Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

 

PROSES PENYELESAIAN PERKARA :

  1. Berkas perkara banding dicatat dan diberi nomor register;
  2. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar membuat Penetapan Majelis Hakim yang akan memeriksa berkas;
  3. Panitera menetapkan panitera pengganti yang akan membantu majelis;
  4. Panitera pengganti menyerahkan berkas kepada ketua majelis;
  5. Panitera pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Tinggi;
  6. Majelis Hakim Tinggi memutus perkara banding;
  7. Salinan putusan dikirimkan kepada kedua belah pihak melalui Pengadilan Agama Makale.

KASASI

Kasasi adalah upaya hukum dari pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Pengadilan tingkat banding yaitu pengadilan Tinggi dan dapat diajukan dalam tenggang waktu 14 hari sejak tanggal putusan itu diberitahukan kepada para pihak dan diajukan kepada Mahkamah Agung melalui Pengadilan tingkat pertama yang memutuskan perkara tersebut.
Permohonan Kasasi dapat di cabut sebelum ada putusan Mahkamah Agung, tetapi setelah dicabut tidak dapat diajukan lagi. Artinya kesempatannya hanya sekali.

PROSEDUR PENGAJUAN KASASI

1. Mengajukan permohonan kasasi secara tertulis atau lisan melalui Pengadilan Agama Makale dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sesudah penetapan/putusan Pengadilan Tinggi Agama Makassar diberitahukan kepada Pemohon (Pasal 46 ayat (1) UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004).
2. Membayar biaya perkara kasasi (Pasal 46 ayat (3) UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004).
3. Panitera Pengadilan Agama Makale memberitahukan secara tertulis kepada pihak lawan, selambat- lambatnya 7 (tujuh) hari setelah permohonan kasasi terdaftar.
4. Pemohon kasasi wajib menyampaikan memori kasasi dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari setelah permohonannya didaftar (Pasal 47 ayat (1) UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004).
5. Panitera Pengadilan Agama Makale memberitahukan dan menyampaikan salinan memori kasasi kepada pihak lawan dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya memori kasasi (Pasal 47 ayat (2) UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004).
6. Pihak lawan dapat mengajukan surat jawaban terhadap memori kasasi kepada Mahkamah Agung selambat- lambatnya dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterimanya salinan memori kasasi (Pasal 47 ayat (3) UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004).
7. Panitera Pengadilan Agama Makale mengirimkan berkas kasasi kepada Mahkamah Agung selambat- lambatnya dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya memorikasasi dan jawaban memori kasasi (Pasal 48 UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004).
8. Panitera Mahkamah Agung mengirimkan salinan putusan kepada Pengadilan Agama Makale untuk selanjutnya disampaikan kepada para pihak
9. Setelah putusan disampaikan kepada para pihak maka Panitera Pengadilan Agama Makale :

a. Untuk perkara cerai talak :


  1. Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon.
  2. Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

b. Untuk perkara cerai gugat :


Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari

 

PROSES PENYELESAIAN PERKARA :

  1. Permohonan kasasi diteliti kelengkapan berkasnya oleh Mahkamah Agung, kemudian dicatat dan diberi nomor register perkara kasasi.
  2. Mahkamah Agung memberitahukan kepada Pemohon dan Termohon kasasi bahwa perkaranya telah diregistrasi.
  3. Ketua Mahkamah Agung menetapkan tim dan selanjutnya ketua tim menetapkan Majelis Hakim Agung yang akan memeriksa perkara kasasi.
  4. Penyerahan berkas perkara oleh asisten kordinator (Askor) kepada panitera pengganti yang menangani perkara tersebut.
  5. Panitera pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Agung masing-masing (pembaca 1, 2 dan pembaca 3) untuk diberi pendapat.

 

PENINJAUAN KEMBALI

Permohonan peninjauan kembali diajukan tidak hanya atas ketidakpuasan terhadap putusan kasasi, tetapi terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, dalam arti terhadap putusan pengadilan yang tidak diajukan banding dapat diajukan peninjauan kembali, terhadap putusan pengadilan tinggi yang tidak diajukan kasasi dapat juga di mohonkan peninjauan kembali.

PROSEDUR PENGAJUAN PENINJAUAN KEMBALI

1. Mengajukan permohonan PK kepada Mahkamah Agung secara tertulis atau lisan melalui Pengadilan Agama Makale.
2. Pengajuan PK dalam tenggang waktu 180 hari sesudah penetapan/putusan Pengadilan Agama Makale mempunyai kekuatan hukum tetap atau sejak diketemukan bukti adanya kebohongan/bukti baru, dan bila alasan Pemohon PK berdasarkan bukti baru (Novum), maka bukti baru tersebut dinyatakan dibawah sumpah dan disyahkan oleh pejabat yang berwenang (Pasal 69 UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004).
3. Membayar biaya perkara PK (Pasal 70 UU No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan UU No. 45 Tahun 2004, Pasal 89 dan 90 UU No. 7 Tahun 1989).
4. Panitera Pengadilan Agama Makale memberitahukan dan menyampaikan salinan memori PK kepada pihak lawan dalam tenggang waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari.
5. Pihak lawan berhak mengajukan surat jawaban terhadap memori PK dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya salinan permohonan PK.
6. Panitera Pengadilan Agama Makale mengirimkan berkas PK ke MA selambat-lambatnya dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari..
7. Panitera MA menyampaikan salinan putusan PK kepada Pengadilan Agama Makale.
8. Pengadilan Agama Makale menyampaikan salinan putusan PK kepada para pihak selambatlambatnya dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari.
9. Setelah putusan disampaikan kepada para pihak maka panitera :

a. Untuk perkara cerai talak :


  1. Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon.
  2. Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

b. Untuk perkara cerai gugat :


Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari

 

PROSES PENYELESAIAN PERKARA :

  1. Permohonan PK diteliti kelengkapan berkasnya oleh Mahkamah Agung, kemudian dicatat dan diberi nomor register perkara PK
  2. Mahkamah Agung memberitahukan kepada Pemohon dan Termohon PK bahwa perkaranya telah diregistrasi
  3. Ketua Mahkamah Agung menetapkan tim dan selanjutnya ketua tim menetapkan Majelis Hakim Agung yang akan memeriksa perkara PK.
  4. Penyerahan berkas perkara oleh asisten kordinator (Askor) kepada panitera pengganti yang membantu menangani perkara PK tersebut.
  5. Panitera pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Agung masing-masing (pembaca 1, 2 dan pembaca 3) untuk diberi pendapat.
  6. Majelis Hakim Agung memutus perkara.
  7. Mahkamah Agung mengirimkan salinan putusan kepada para pihak melalui Pengadilan Agama Makale.

 


 

Date & Time

Sumber daya terbaik anda adalah waktu anda..

Mantan Ketua PA Makale


Powered by Joomla!. Designed by: joomla 1.5 templates low-cost hosting Valid XHTML and CSS.