Website Resmi Pengadilan Agama Makale | Media Informasi dan Transparansi Peradilan

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Italian Portuguese Russian Spanish

Jadwal Sidang

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2196
mod_vvisit_counterKemarin4907
mod_vvisit_counterMinggu ini17772
mod_vvisit_counterMinggu lalu29732
mod_vvisit_counterBulan ini99859
mod_vvisit_counterBulan Lalu136169
mod_vvisit_counterSemuanya1349800

We have: 77 guests online
Your IP: 54.224.108.85
 , 
Today: May 24, 2018

 

FOKUS PERADILAN

Majalah Peradilan

Edisi_7 Oktober 2015
Edisi_6 Mei 2015 Edisi_10 Des 2016

Edisi_2 Sep-Nov 2013 Edisi Perdana Mei 2013 Edisi_Mei 2013
Edisi_4 Juli 2014

Edisi_3 Des 2013

Audensi KPTA Makassar : Selalu Berakselerasi Untuk Menyambung Pikiran Sebagai Petugas Abdi Negara

Written by IT PA-MKL   
Tuesday, 27 March 2012 02:01

PANDUAN BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA MAKALE


Cerai Gugat

Perceraian Yang diajukan oleh Isteri

A. Kata-kata Hukum Yang digunakan Dalam Pengadilan

  1. Gugatan Cerai, adalah tuntutan hak ke pengadilan (bisa dalam bentuk tulisan atau lisan) yang diajukan oleh seorang isteri untuk bercerai dari suaminya.
  2. Penggugat, adalah Isteri yang mengajukan gugatan perceraian, dalam hal ini adalah anda.
  3. Tergugat, adalah suami yang anda cerai.
  4. Mediasi, adalah upaya penyelesaian perkara secara damai melalui juru damai/penengah yang dilakukan di luar persidangan.
  5. Mediator, adalah sebutan untuk orang yang menjadi juru damai/penengah.
  6. Pernikahan yang Sah, adalah pernikahan yang dilakukan menurut agama dan dicatatkan di KUA.
  7. Domisili, adalah alamat tempat tinggal berdasarkan KTP, namun bisa didasarkan pada surat keterangan pindah dari RT/Kelurahan jika anda pindah ke tempat lain.
  8. Alasan yang sah, adalah alasan yang benar secara hukum, misalnya: pergi untuk mencari nafkah, tugas negara, terpaksa, dsb.

B. Hal-hal Yang Perlu Anda Ketahui

Siapa yang bisa mengajukan Gugat Cerai ?

Yang bisa mengajukan Gugat Cerai adalah isteri yang sudah melangsungkan pernikahan yang sah (dibuktikan dengan surat nikah) dan hendak mengakhiri perkawinan melalui Pengadilan.

Ke mana Mengajukan Gugat Cerai?

  • Jika pernikahan anda di catatkan di KUA, maka Gugatan diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah kabupaten yang sama dengan tempat tinggal anda.
  • Jika pernikahan anda dicatatkan di KUA dan anda saat ini bertempat tinggal di Aceh, maka Gugatan diajukan ke Mahkamah Syariah yang terdekat dari tempat tinggal anda.

Kapan anda bisa mengajukan Surat Gugatan?

Anda bisa mengajukan gugatan setiap saat pada jam kerja dan hari kerja Pengadilan. Biasanya Pengadilan dibuka pada hari Senin sampai hari Jumat dan mulai pukul 08.00 hingga 16.00.

Apa Alasan yang Dapat digunakan untuk Mengajukan Gugatan?

Alasan yang dapat dijadikan dasar gugatan perceraian anda di Pengadilan Agama antara lain:

  1. Suami berbuat zina, pemabuk, pemadat, penjudi dan sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Suami meninggalkan anda selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa ada izin atau alasan yang sah. Artinya, suami dengan sadar dan sengaja meninggalkan anda;
  3. Suami dihukum penjara selama (lima) 5 tahun atau lebih setelah perkawinan dilangsungkan;
  4. Suami bertindak kejam dan suka menganiaya anda, sehingga keselamatan anda terancam;
  5. Suami tak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami karena cacat badan atau penyakit;
  6. Terjadi perselisihan dan pertengkaran terus menerus tanpa kemungkinan untuk rukun kembali;
  7. Suami melanggar taklik-talak yang dia ucapkan saat ijab-kabul;
  8. Suami beralih agama atau murtad yang mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga.

Apakah Pengajuan Gugatan anda bisa diwakilkan kepada Orang Lain?

Pengajuan gugatan anda bisa diwakilkan kepada orang lain, dengan menggunakan kuasa.

Kuasa ada 2 macam, yaitu :

  1. Kuasa hukum dari pengacara/ advokat
  2. Kuasa dari keluarga (kuasa insidentil)

Dalam hal anda menggunakan kuasa insidentil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Anda harus mengajukan permohonan izin kuasa insidentil kepada Ketua Pengadilan
  2. Yang boleh menjadi kuasa insidentil adalah saudara atau keluarga yang ada hubungan darah, paling jauh hingga derajat ketiga. Misalnya; satu derajat ke bawah (anak anda), ke samping (saudara kandung anda), atau ke atas (orang tua anda)
  3. Seseorang hanya diperbolehkan menjadi kuasa insidentil satu kali dalam 1 tahun.
  4. Pemohon dan Kuasa Insidentil harus menghadap ke Ketua Pengadilan Agama secara bersamaan.
  5. Pengadilan Agama akan mengeluarkan surat izin kuasa insidentil.

C. Pendukung Gugatan Cerai

Untuk mendukung Gugatan Cerai, anda harus menyiapkan Surat-surat dan Saksi-saksi yang akan dijadikan alat bukti untuk menguatkan Gugatan Cerai anda.

Surat-surat yang Harus Disiapkan adalah :

  1. Buku Nikah Asli
  2. KTP Asli
  3. Akta kelahiran anak-anak (jika anda punya anak) Asli
  4. Surat Kepemilikan harta jika berkaitan dengan harta gono-gini, misalnya BPKB, Sertifikat Rumah, dst (jika ada).
  5. Surat visum dokter atau yang surat-surat lainnya yang diperlukan (jika ada).

 

Surat-surat tersebut difotokopi, dan fotokopinya harus dimeteraikan di kantor pos setempat. Untuk setiap jenis surat, diberi satu meterai seharga Rp 6.000.

Fotokopi dari surat-surat harus anda serahkan ke Majelis Hakim sebagai alat bukti, sementara surat-surat yang asli hanya anda tunjukan dan kemudian dibawa pulang kembali. Kecuali Buku Nikah yang asli tetap disimpan di Pengadilan.

Saksi-saksi yang Harus Disiapkan adalah :

  1. Saksi-saksi terdiri dari paling sedikit 2 orang
  2. Saksi boleh berasal dari keluarga, tetangga, teman atau orang yang tinggal di rumah anda
  3. Saksi harus mengetahui (mendengar dan melihat) secara langsung peristiwa terkait dengan  Gugatan Cerai anda
  4. Saksi haruslah orang yang sudah dewasa (sudah 18 tahun atau sudah menikah)
  5. Saksi-saksi harus dihadirkan untuk diperiksa oleh Majelis Hakim pada sidang berikutnya yaitu saat sidang pembuktian.

 

D. Langkah-langkah Mengajukan Gugatan Cerai

Langkah 1. Cari Informasi

Sebelum anda mengajukan Gugatan  Cerai ada baiknya anda mencari informasi mengenai proses mengajukan gugatan Cerai terlebih dahulu agar anda yakin apa yang anda lakukan sudah tepat.

Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pengajuan gugatan Cerai anda dapat langsung ke bagian meja informasi di Pengadilan setempat, atau telepon, membuka website,

Langkah 2. Datang ke Pengadilan

Setelah anda yakin ke Pengadilan mana anda harus datang untuk mengajukan  gugatan, datanglah ke Pengadilan dengan membawa surat Gugatan Cerai

Jika anda menggunakan Kuasa Hukum, Anda dapat meminta Kuasa Hukum untuk membuat Surat Gugatan atas nama anda.

Jika anda penyandang tuna netra, buta huruf atau tidak dapat baca tulis, maka anda dapat mengajukan Gugatan secara lisan di hadapan Ketua Pengadilan.

Langkah 3. Mengajukan Surat Gugatan ke Pejabat Kepaniteraan Pengadilan

Serahkan Surat Gugatan yang sudah anda siapkan kepada Pejabat Kepaniteraan di Pengadilan.

Langkah 4. Membayar Biaya Panjar Perkara

  • Pada hari yang sama setelah anda menyerahkan Surat Gugatan kepada Kepaniteraan, Kepaniteraan akan menaksir biaya perkara yang dituangkan dalam Surat Kuasa untuk Membayar (SKUM).
  • Anda akan diminta membayar Biaya Panjar Perkara di bank yang ditunjuk oleh Pengadilan.
  • Simpan tanda pembayaran (yang dikeluarkan oleh bank) dan serahkan kembali tanda pembayaran tersebut kepada Pengadilan, karena akan dilampirkan untuk pendaftaran perkara.
  • Apabila anda tidak mampu membayar biaya perkara, maka anda bisa mengajukan Permohonan Prodeo kepada Ketua Pengadilan (Lihat Panduan Prodeo).

Panjar Biaya Perkara:

  1. Biaya perkara dibayar pada saat pendaftaran sebagai panjar biaya perkara. Akan diperhitungkan pada saat pembacaan putusan (lihat point d di bawah ini)
  2. Ketentuan panjar biaya perkara ditetapkan oleh ketua pengadilan, disesuaikan radius/jarak antara domisili anda dengan Kantor Pengadilan. Sehingga biaya perkara antara masing-masing orang bisa berbeda.
  3. Panjar biaya perkara terdiri dari: Biaya Pendaftaran, Proses, Pemanggilan, Redaksi, Meterai dan Biaya lain yang berkaitan dengan pemeriksaan setempat, penyitaan, bantuan panggilan melalui Pengadilan lain.
  4. Penghitungan besarnya biaya perkara akan dicantumkan dalam isi putusan. Biaya perkara tersebut akan diambil dari panjar yang sudah anda bayarkan pada saat pendaftaran. Jika masih ada sisa panjar biaya perkara, maka uang sisa akan dikembalikan kepada Anda.

Langkah 5. Nomor Perkara

Setelah membayar panjar biaya perkara, Anda akan mendapatkan nomor perkara.

Langkah 6. Menunggu Hari Sidang

  1. Dalam waktu 1-2 hari sejak mendaftarkan  Gugatan, Ketua Pengadilan menetapkan Majelis Hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut. Ketua Majelis Hakim yang ditunjuk, segera menetapkan hari sidang.
  2. Atas dasar penetapan hari sidang (PHS), juru sita memanggil anda dan suami untuk menghadiri sidang. Surat Panggilan tersebut harus anda terima sekurangkurangnya 3 hari sebelum hari persidangan.
  3. Surat panggilan sidang untuk anda harus diserahkan di tempat tinggal anda. Surat panggilan sidang untuk suami akan diserahkan kepada suami di tempat tinggalnya. Jika anda atau  suami  tidak sedang berada di rumah, maka Juru sita akan menitipkan surat panggilan sidang kepada Kepala Desa/ Lurah di tempat anda atau istri tinggal.

Langkah 7. Menghadiri Sidang

Pada hari sidang yang dicantumkan dalam surat panggilan, Anda dan suami harus hadir di pengadilan. Anda akan dipanggil masuk ke ruang sidang sesuai urutan kehadiran.

E. Isi Gugatan Cerai

  1. Identitas para pihak (Anda dan Suami) terdiri dari: nama lengkap (beserta gelar dan bin/binti), umur, pekerjaan, tempat tinggal.
  2. Dasar atau alasan Gugatan berisi keterangan berupa urutan kejadian sejak mulai perkawinan anda dilangsungkan, peristiwa hukum yang ada (misalnya: lahirnya anakanak), hingga munculnya ketidakcocokan antara anda dan Istri yang mendorong terjadinya perceraian, dengan alasan-alasan yang diajukan dan uraiannya yang kemudian menjadi dasar tuntutan.
  3. Tuntutan/permintaan hukum (petitum), yaitu tuntutan yang anda minta agar dikabulkan oleh hakim. Seperti:
  • Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
  • Menyatakan perkawinan antara Penggugat dan tergugat putus karena perceraian
  • Menghukum Tergugat untuk membayar nafkah iddah kepada Penggugat selama tiga bulan sebesar Rp____;
  • Menetapkan hak pemeliharaan anak diberikan kepada Penggugat
  • Menghukum Tergugat untuk membayar nafkah anak melalui Penggugat sebesar Rp........setiap bulan;
  • Menghukum Tergugat membayar biaya pemeliharaan (jika anak belum dewasa) terhitung sejak....sebesar Rp....per bulan sampai anak mandiri/dewasa;
  • Menetapkan bahwa harta bersama yang diperoleh selama perkawinan (gono-gini) berupa_____
  • Menetapkan bahwa Penggugat dan Tergugat masing-masing memperoleh bagian separuh dari harta bersama.
  • Menghukum Penggugat dan Tergugat untuk membagi harta bersama tersebut sesuai dengan bagiannya masing-masing
  • Menghukum Penggugat membayar biaya perkara ….. dst

F. Proses Persidangan

  1. Majelis Hakim memeriksa identitas Anda dan Suami
  2. Jika Anda dan Suami hadir, maka Majelis Hakim berusaha mendamaikan anda dan Isuami, baik langsung maupun melalui proses mediasi.
  3. Majelis Hakim berusaha mendamaikan anda dan suami dalam setiap kali sidang, namun anda punya hak untuk menolak untuk berdamai dengan Suami.
  4. Anda dan suami boleh memilih mediator yang tercantum dalam daftar yang ada di Pengadilan tersebut.
  • Jika mediator adalah hakim, maka anda tidak dikenakan biaya. Jika mediator bukan hakim, anda dikenakan biaya.
  • Mediasi bisa dilakukan dalam beberapa kali persidangan.
  • Jika mediasi menghasilkan perdamaian, maka anda diminta untuk mencabut Gugatan.
  • Jika mediasi tidak menghasilkan perdamaian, maka proses berlanjut ke persidangan dengan acara pembacaan surat Gugatan, jawab menjawab antara anda dan suami, pembuktian, kesimpulan, musyawarah Majelis Hakim dan Pembacaan Putusan

G. Pertanyaan Untuk Memastikan

Isilah pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk memastikan bahwa anda sudah melakukan semua yang diperlukan, agar proses sidang anda lancar. Jika anda menjawab “sudah”, maka jawab dg 'sudah'

  1. Apakah anda sudah memastikan bahwa surat Gugatan anda masuk ke pengadilan yang tepat?
  2. Apakah anda sudah memastikan identitas anda dan Suami di dalam surat Gugatan benar dan lengkap?
  3. Apakah anda sudah memastikan keterangan mengenai pencatatan perkawinan anda (di KUA) yang anda terangkan dalam surat Gugatan sudah benar?
  4. Apakah anda sudah memastikan bahwa keterangan anda dalam surat Gugatan tentang peristiwa yang anda alami sudah urut secara waktu (tanggal perkawinan, tempat kediaman bersama, jumlah anak, lamanya hidup rukun, mulai terjadi pertengkaran, mulai pisah ranjang, pisah rumah, dan seterusnya)?
  5. Apakah anda sudah menjelaskan dalam surat Gugatan bahwa anda dan Suami sudah pernah mencoba untuk berdamai di tingkat keluarga (jika ada)?
  6. Apakah semua permintaan atau tuntutan anda sudah anda tuliskan dalam surat Gugatan ?
  7. Apakah anda sudah menandatangani surat Permohoan yang anda daftarkan ke pengadilan?
  8. Apakah anda sudah menerima bukti pembayaran panjar biaya perkara (SKUM) saat anda mendaftarkan perkara di pengadilan?
  9. Apakah anda sudah menerima Surat Panggilan Sidang dari pengadilan?
  10. Apakah anda sudah menyiapkan surat-surat yang dibutuhkan untuk persidangan?
  11. Apabila anda memiliki surat-surat yang berbahasa asing, apakah anda sudah menerjemahkan surat-surat tersebut ke dalam bahasa Indonesia?
  12. Apakah anda sudah mem-fotokopi surat-surat tersebut, menempelkan materai di setiap fotokopi surat, dan kemudian meminta pengesahan di Kantor Pos setempat?
  13. Apakah anda memiliki 2 orang saksi yang benar-benar melihat dan mendengar secara langsung permasalahan anda dan Istri?
  14. Apakah anda sudah menghubungi saksi-saksi tersebut dan meminta kesediaan mereka untuk menjadi saksi dalam persidangan anda?

H. Syarat-Syarat Mengajukan Gugatan ke PA. Makale

KLIK disini untuk melihat Syarat-Syarat Mengajukan Gugatan ke PA. Makale

by. Ancha

Cerai Talak

Perceraian Yang diajukan oleh Suami

A. Kata-kata Hukum Yang digunakan Dalam Pengadilan

  1. Cerai Talak, adalah tuntutan hak ke pengadilan (bisa dalam bentuk tulisan atau lisan) yang diajukan oleh seorang suami untuk bercerai dari Istrinya.
  2. Pemohon, adalah Suami yang mengajukan Permohoan perceraian, dalam hal ini adalah anda.
  3. Termohon, adalah Istri yang anda cerai.
  4. Mediasi, adalah upaya penyelesaian perkara secara damai melalui juru damai/penengah yang dilakukan di luar persidangan.
  5. Mediator, adalah sebutan untuk orang yang menjadi juru damai/penengah.
  6. Pernikahan yang Sah, adalah pernikahan yang dilakukan menurut agama dan dicatatkan di KUA.
  7. Domisili, adalah alamat tempat tinggal berdasarkan KTP, namun bisa didasarkan pada surat keterangan pindah dari RT/Kelurahan jika anda pindah ke tempat lain.
  8. Alasan yang sah, adalah alasan yang benar secara hukum, misalnya: pergi untuk mencari nafkah, tugas negara, terpaksa, dsb.

B. Hal-hal Yang Perlu Anda Ketahui

Siapa yang bisa mengajukan Cerai Talak ?

Yang bisa mengajukan Cerai talak adalah suami yang sudah melangsungkan pernikahan yang sah (dibuktikan dengan surat nikah) dan hendak mengakhiri perkawinan melalui Pengadilan.

Ke mana Mengajukan Cerai Talak ?

  • Jika pernikahan anda di catatkan di KUA, maka permohonan cerai talak diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah kabupaten yang sama dengan tempat tinggal anda.
  • Jika pernikahan anda dicatatkan di KUA dan anda saat ini bertempat tinggal di Aceh, maka permohonan cerai talak diajukan ke Mahkamah Syariah yang terdekat dari tempat tinggal anda.

Kapan anda bisa mengajukan Surat Permohonan ?

Anda bisa mengajukan permohonan setiap saat pada jam kerja dan hari kerja Pengadilan. Biasanya Pengadilan dibuka pada hari Senin sampai hari Jumat dan mulai pukul 08.00 hingga 16.00.

Apa Alasan yang Dapat digunakan untuk Mengajukan Permohonan ?

Alasan yang dapat dijadikan dasar permohonan perceraian anda di Pengadilan Agama antara lain:

  1. Istri berbuat zina, pemabuk, pemadat, penjudi dan sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Istri meninggalkan anda selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa ada izin atau alasan yang sah. Artinya, Istri dengan sadar dan sengaja meninggalkan anda.
  3. Istri dihukum penjara selama (lima) 5 tahun atau lebih setelah perkawinan dilangsungkan;
  4. Istri tak dapat menjalankan kewajibannya sebagai Istri karena cacat badan atau penyakit;
  5. Terjadi perselisihan dan pertengkaran terus menerus tanpa kemungkinan untuk rukun kembali;
  6. Istri beralih agama atau murtad yang mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga.
  7. Istri berbuat nuzuz atau tidak taat pada suami

Apakah Pengajuan Permohonan anda bisa diwakilkan kepada Orang Lain?

Pengajuan permohonan anda bisa diwakilkan kepada orang lain, dengan menggunakan kuasa.

Kuasa ada 2 macam, yaitu :

  • Kuasa hukum dari pengacara/ advokat
  • Kuasa dari keluarga (kuasa insidentil)

Dalam hal anda menggunakan kuasa insidentil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Anda harus mengajukan permohonan izin kuasa insidentil kepada Ketua Pengadilan
  2. Yang boleh menjadi kuasa insidentil adalah saudara atau keluarga yang ada hubungan darah, paling jauh hingga derajat ketiga. Misalnya; satu derajat ke bawah (anak anda), ke samping (saudara kandung anda), atau ke atas (orang tua anda)
  3. Seseorang hanya diperbolehkan menjadi kuasa insidentil satu kali dalam 1 tahun.
  4. Pemohon dan Kuasa Insidentil harus menghadap ke Ketua Pengadilan Agama secara bersamaan.
  5. Pengadilan Agama akan mengeluarkan surat izin kuasa insidentil.

C. Pendukung Permohanan Cerai

Untuk mendukung Permohonan Cerai, anda harus menyiapkan Surat-surat dan Saksi-saksi yang akan dijadikan alat bukti untuk menguatkan Permohonan Cerai anda.

Surat-surat yang Harus Disiapkan adalah :

  1. Buku Nikah Asli
  2. KTP Asli
  3. Akta kelahiran anak-anak (jika anda punya anak) Asli
  4. Surat Kepemilikan harta jika berkaitan dengan harta gono-gini, misalnya BPKB, Sertifikat Rumah, dst (jika ada).
  5. Surat visum dokter atau yang surat-surat lainnya yang diperlukan (jika ada).

Surat-surat tersebut difotokopi, dan fotokopinya harus dimeteraikan di kantor pos setempat. Untuk setiap jenis surat, diberi satu meterai seharga Rp 6.000.

Fotokopi dari surat-surat harus anda serahkan ke Majelis Hakim sebagai alat bukti, sementara surat-surat yang asli hanya anda tunjukan dan kemudian dibawa pulang kembali. Kecuali Buku Nikah yang asli tetap disimpan di Pengadilan.

Saksi-saksi yang Harus Disiapkan adalah :

  1. Saksi-saksi terdiri dari paling sedikit 2 orang
  2. Saksi boleh berasal dari keluarga, tetangga, teman atau orang yang tinggal di rumah anda
  3. Saksi harus mengetahui (mendengar dan melihat) secara langsung peristiwa terkait dengan Permohonan Cerai anda
  4. Saksi haruslah orang yang sudah dewasa (sudah 18 tahun atau sudah menikah)
  5. Saksi-saksi harus dihadirkan untuk diperiksa oleh Majelis Hakim pada sidang berikutnya yaitu saat sidang pembuktian.

 

D. Langkah-langkah Mengajukan Permohonan Cerai

Langkah 1. Cari Informasi

Sebelum anda mengajukan Permohonan Cerai ada baiknya anda mencari informasi mengenai proses mengajukan Permohonan Cerai terlebih dahulu agar anda yakin apa yang anda lakukan sudah tepat.

Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pengajuan Permohonan Cerai anda dapat langsung ke bagian meja informasi di Pengadilan setempat, atau telepon, membuka website,

Langkah 2. Datang ke Pengadilan

Setelah anda yakin ke Pengadilan mana anda harus datang untuk mengajukan  gugatan, datanglah ke Pengadilan dengan membawa surat Permohonan Cerai.

Jika anda menggunakan Kuasa Hukum, Anda dapat meminta Kuasa Hukum untuk membuat Surat Permohonan atas nama anda.

Jika anda penyandang tuna netra, buta huruf atau tidak dapat baca tulis, maka anda dapat mengajukan Permohonan secara lisan di hadapan Ketua Pengadilan.

Langkah 3. Mengajukan Surat Gugatan ke Pejabat Kepaniteraan Pengadilan

Serahkan Surat Permohonan yang sudah anda siapkan kepada Pejabat Kepaniteraan di Pengadilan.

Langkah 4. Membayar Biaya Panjar Perkara

  • Pada hari yang sama setelah anda menyerahkan Surat Permohonan kepada Kepaniteraan, Kepaniteraan akan menaksir biaya perkara yang dituangkan dalam Surat Kuasa untuk Membayar (SKUM).
  • Anda akan diminta membayar Biaya Panjar Perkara di bank yang ditunjuk oleh Pengadilan.
  • Simpan tanda pembayaran (yang dikeluarkan oleh bank) dan serahkan kembali tanda pembayaran tersebut kepada Pengadilan, karena akan dilampirkan untuk pendaftaran perkara.
  • Apabila anda tidak mampu membayar biaya perkara, maka anda bisa mengajukan Permohonan Prodeo kepada Ketua Pengadilan (Lihat Panduan Prodeo).

Panjar Biaya Perkara:

  1. Biaya perkara dibayar pada saat pendaftaran sebagai panjar biaya perkara. Akan diperhitungkan pada saat pembacaan putusan (lihat point d di bawah ini)
  2. Ketentuan panjar biaya perkara ditetapkan oleh ketua pengadilan, disesuaikan radius/jarak antara domisili anda dengan Kantor Pengadilan. Sehingga biaya perkara antara masing-masing orang bisa berbeda.
  3. Panjar biaya perkara terdiri dari: Biaya Pendaftaran, Proses, Pemanggilan, Redaksi, Meterai dan Biaya lain yang berkaitan dengan pemeriksaan setempat, penyitaan, bantuan panggilan melalui Pengadilan lain.
  4. Penghitungan besarnya biaya perkara akan dicantumkan dalam isi putusan. Biaya perkara tersebut akan diambil dari panjar yang sudah anda bayarkan pada saat pendaftaran. Jika masih ada sisa panjar biaya perkara, maka uang sisa akan dikembalikan kepada Anda.

Langkah 5. Nomor Perkara

Setelah membayar panjar biaya perkara, Anda akan mendapatkan nomor perkara.

Langkah 6. Menunggu Hari Sidang

  1. Dalam waktu 1-2 hari sejak mendaftarkan Permohonan, Ketua Pengadilan menetapkan Majelis Hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut. Ketua Majelis Hakim yang ditunjuk, segera menetapkan hari sidang.
  2. Atas dasar penetapan hari sidang (PHS), juru sita memanggil anda dan suami untuk menghadiri sidang. Surat Panggilan tersebut harus anda terima sekurangkurangnya 3 hari sebelum hari persidangan.
  3. Surat panggilan sidang untuk anda harus diserahkan di tempat tinggal anda. Surat panggilan sidang untuk suami akan diserahkan kepada suami di tempat tinggalnya. Jika anda atau  suami  tidak sedang berada di rumah, maka Juru sita akan menitipkan surat panggilan sidang kepada Kepala Desa/ Lurah di tempat anda atau istri tinggal.

 

Langkah 7. Menghadiri Sidang

Pada hari sidang yang dicantumkan dalam surat panggilan, Anda dan suami harus hadir di pengadilan. Anda akan dipanggil masuk ke ruang sidang sesuai urutan kehadiran.

E. Isi Permohonan Cerai Talak

  1. Identitas para pihak (Anda dan Isteri) terdiri dari: nama lengkap (beserta gelar dan bin/binti), umur, pekerjaan, tempat tinggal.
  2. Dasar atau alasan Gugatan berisi keterangan berupa urutan kejadian sejak mulai perkawinan anda dilangsungkan, peristiwa hukum yang ada (misalnya: lahirnya anakanak), hingga munculnya ketidakcocokan antara anda dan Istri yang mendorong terjadinya perceraian, dengan alasan-alasan yang diajukan dan uraiannya yang kemudian menjadi dasar tuntutan.
  3. Tuntutan/permintaan hukum (petitum), yaitu tuntutan yang anda minta agar dikabulkan oleh hakim. Seperti:
  1. Menerima dan mengabulkan Permohoan Pemohon untuk seluruhnya;
  2. Memberi ijin kepada Pemohon untuk mengikrarkan talak kepada temohon dihadapan sidang Pengadilan Agama Makale
  3. Menetapkan hak pemeliharaan anak diberikan kepada Pemohon
  4. Menetapkan bahwa harta bersama yang diperoleh selama perkawinan (gono-gini) berupa______
  5. Menetapkan bahwa Pemohon dan Termohon masing-masing memperoleh bagian separuh dari harta bersama.
  6. Menghukum Pemohon dan Termohon untuk membagi harta bersama tersebut sesuai dengan bagiannya masing-masing
  7. Menghukum Pemohon membayar biaya perkara ….. dst

 

F. Proses Persidangan

  1. Majelis Hakim memeriksa identitas Anda dan Suami
  2. Jika Anda dan Suami hadir, maka Majelis Hakim berusaha mendamaikan anda dan Isuami, baik langsung maupun melalui proses mediasi.
  3. Majelis Hakim berusaha mendamaikan anda dan suami dalam setiap kali sidang, namun anda punya hak untuk menolak untuk berdamai dengan Suami.
  4. Anda dan suami boleh memilih mediator yang tercantum dalam daftar yang ada di Pengadilan tersebut.
  • Jika mediator adalah hakim, maka anda tidak dikenakan biaya. Jika mediator bukan hakim, anda dikenakan biaya.
  • Mediasi bisa dilakukan dalam beberapa kali persidangan.
  • Jika mediasi menghasilkan perdamaian, maka anda diminta untuk mencabut Gugatan.
  • Jika mediasi tidak menghasilkan perdamaian, maka proses berlanjut ke persidangan dengan acara pembacaan surat permohonan, jawab menjawab antara anda dan suami, pembuktian, kesimpulan, musyawarah Majelis Hakim dan Pembacaan Putusan
  • Jika perkara anda sudah putus dan mempunyai kekuatan hukum yang tetap maka Majelis Hakim akan menentukan hari dan tanggal untuk sidang ikrar talak.

G. Pertanyaan Untuk Memastikan

Isilah pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk memastikan bahwa anda sudah melakukan semua yang diperlukan, agar proses sidang anda lancar. Jika anda menjawab “sudah”, maka jawab dg 'sudah'

  1. Apakah anda sudah memastikan bahwa surat permohonan anda masuk ke pengadilan yang tepat?
  2. Apakah anda sudah memastikan identitas anda dan Suami di dalam surat permohonan benar dan lengkap?
  3. Apakah anda sudah memastikan keterangan mengenai pencatatan perkawinan anda (di KUA) yang anda terangkan dalam surat permohonan sudah benar?
  4. Apakah anda sudah memastikan bahwa keterangan anda dalam surat permohonan tentang peristiwa yang anda alami sudah urut secara waktu (tanggal perkawinan, tempat kediaman bersama, jumlah anak, lamanya hidup rukun, mulai terjadi pertengkaran, mulai pisah ranjang, pisah rumah, dan seterusnya)?
  5. Apakah anda sudah menjelaskan dalam surat permohonan bahwa anda dan Suami sudah pernah mencoba untuk berdamai di tingkat keluarga (jika ada)?
  6. Apakah semua permintaan atau tuntutan anda sudah anda tuliskan dalam surat permohonan ?
  7. Apakah anda sudah menandatangani surat Permohoan yang anda daftarkan ke pengadilan?
  8. Apakah anda sudah menerima bukti pembayaran panjar biaya perkara (SKUM) saat anda mendaftarkan perkara di pengadilan?
  9. Apakah anda sudah menerima Surat Panggilan Sidang dari pengadilan?
  10. Apakah anda sudah menyiapkan surat-surat yang dibutuhkan untuk persidangan?
  11. Apabila anda memiliki surat-surat yang berbahasa asing, apakah anda sudah menerjemahkan surat-surat tersebut ke dalam bahasa Indonesia?
  12. Apakah anda sudah mem-fotokopi surat-surat tersebut, menempelkan materai di setiap fotokopi surat, dan kemudian meminta pengesahan di Kantor Pos setempat?
  13. Apakah anda memiliki 2 orang saksi yang benar-benar melihat dan mendengar secara langsung permasalahan anda dan Istri?
  14. Apakah anda sudah menghubungi saksi-saksi tersebut dan meminta kesediaan mereka untuk menjadi saksi dalam persidangan anda?

H. Syarat-Syarat Mengajukan Gugatan ke PA. Makale

KLIK disini untuk melihat Syarat-Syarat Mengajukan Gugatan ke PA. Makale

by. Ancha

Prodeo

A. Tentang Perkara Prodeo

Apa itu Prodeo?

Proses berperkara di pengadilan secara  cuma-cuma (gratis).

Siapa yang berhak berperkara secara Prodeo?

Orang yang dapat berperkara secara prodeo adalah warga negara yang tidak mampu (miskin) secara ekonomi.


Kasus apa saja yang bisa diajukan secara prodeo?

Semua perkara pada dasarnya dapat diajukan secara prodeo, seperti :

  1. Perceraian
  2. Itsbat Nikah
  3. Pemohonan wali  Adhol (wali yang tidak mau menikahkan anaknya)
  4. Gugat Waris
  5. Gugat Hibah
  6. Perwalian Anak
  7. Gugatan Harta Bersama, dll

Apakah permohonan berperkara secara prodeo pada pengadilan tingkat pertama juga berlaku pada tingkat banding atau kasasi ?

Permohonan berperkara secara prodeo hanya berlaku untuk 1 tingkat peradilan. Jika Pemohon/Penggugat mengajukan banding atau kasasi maka Pemohon/Penggugat harus mengajukan permohonan baru untuk berperkara secara prodeo pada tingkat banding atau kasasi.

Apa saja Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Mengurus Permohonan Prodeo ?

Mempunyai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan/Desa (dan jika mempunyai dokumen lain seperti Jamkesmas/ Jamkesda/  Askeskin/ Gakin dapat dilampirkan).

Apa Hak Pemohon/Penggugat setelah prodeo dikabulkan ?

Pemohon/Penggugat berhak mendapatkan semua jenis pelayanan secara Cuma-Cuma (gratis) yang berkaitan dengan pemeriksaan perkara prodeonya dari awal sampai akhir.

Bagaimana Cara Mengurus SKTM ?

Pemohon/penggugat datang ke Kelurahan/Desa dengan membawa :

  1. Surat pengantar dari RT /RW
  2. Kartu Keluarga/KK
  3. Kartu Tanda Penduduk/ KTP

B.Langkah – Langkah Mengajukan Permohonan Prodeo

Langkah 1. Datang ke Kantor Pengadilan Agama Setempat

  • Datang ke Pengadilan Agama dan menemui bagian pendaftaran perkara.
  • Membuat surat permohonan/gugatan untuk berperkara yang didalamnya tercantum pengajuan berperkara secara prodeo dengan mencantumkan alasan-alasannya.
  • Surat permohonan dapat dibuat sendiri (lihat Panduan Pengajuan Itsbat/Pengesahan Nikah atau Panduan Pengajuan Gugatan Cerai di Pengadilan Agama). Apabila anda tidak dapat membuatnya, anda dapat meminta bantuan kepada Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) pada pengadilan setempat jika sudah tersedia.
  • Jika anda tidak dapat menulis (buta huruf), surat permohonan/gugatan dapat diajukan secara lisan dengan menghadap kepada Ketua Pengadilan setempat.
  • Melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Langkah 2. Menunggu Panggilan Sidang dari Pengadilan

  • Pengadilan akan mengirim Surat Panggilan yang berisi tentang tanggal dan tempat sidang kepada Penggugat/ Pemohon dan Tergugat/ Termohon secara langsung ke alamat yang tertera dalam surat permohonan/ gugatan.

Langkah 3. Menghadiri Persidangan

  • Datang ke Pengadilan sesuai dengan tanggal dan waktu yang tertera dalam surat panggilan. Upayakan untuk datang tepat waktu dan jangan terlambat.
  • Setelah upaya perdamaian tidak berhasil dan surat permohonan/ gugatan tidak ada lagi perubahan, maka sebelum memasuki pokok perkara, Majelis Hakim memeriksa permohonan yang berkaitan dengan prodeo.
  • Majelis Hakim memberi kesempatan kepada termohon/tergugat untuk memberi tanggapan yang berkaitan dengan permohonan untuk berperkara secara prodeo
  • Pemohon/Penggugat mengajukan surat bukti seperti : SKTM (dan jika mempunyai dokumen lain seperti Jamkesmas/ Jamkesda/ Askeskin/ Gakin dapat dilampirkan). Terkadang juga diperlukan dua orang saksi (jika Hakim memerlukannya). Saksi adalah orang yang mengetahui alasan-alasan permohonan prodeo misalnya keluarga, tetangga, teman dekat, aparat desa, dll.

Langkah 4. Pengambilan Keputusan untuk Berperkara secara Prodeo

  • Majelis Hakim melakukan musyawarah mempertimbangkan dalil dan alat bukti yang berkaitan dengan permohonan prodeo dan jika dalam musyawarah tersebut Majelis Hakim menilai alasan Penggugat/Pemohon telah terbukti, maka Majelis Hakim memberikan keputusan dengan putusan sela yang isinya mengijinkan kepada Pemohon/Penggugat untuk berperkara secara prodeo.
  • Jika Majelis Hakim menilai alasan Pemohon/Penggugat untuk berperkara secara prodeo tidak terbukti dipersidangan, maka Majelis Hakim memberikan keputusan menolak permohonan Pemohon/Penggugat untuk berperkara secara prodeo. Maka Pemohon/Penggugat harus membayar panjar biaya perkara dalam jangka waktu 1 bulan sejak putusan sela dibacakan.

Langkah 5. Proses Persidangan Perkara

  • Proses persidangan dilakukan sesuai dengan perkara yang diajukan berdasarkan tahapan-tahapan yang ditetapkan dalam hukum acara sampai adanya putusan pengadilan yang salah satu isinya menyatakan membebankan biaya perkara kepada negara melalui DIPA Pengadilan Agama setempat.

Sidang Keliling

A. Tentang Sidang Keliling

Apa itu Sidang Keliling ?

Sidang keliling adalah sidang pengadilan yang dilaksanakan di luar gedung pengadilan yang di peruntukan bagi masyarakat yang mengalami hambatan untuk datang ke kantor pengadilan karena alasan jarak, transportasi dan biaya.

Apa Manfaat Sidang Keliling ?

  • Lokasi sidang lebih  dekat dengan tempat tinggal yang mengajukan perkara
  • Biaya transportasi lebih ringan.
  • Menghemat waktu

Siapa saja Yang Bisa Mengajukan Perkara dalam Sidang Keliling ?

Semua orang dapat mengajukan perkaranya untuk diselesaikan melalui pelayanan sidang keliling oleh pengadilan setempat.

Apakah semua Pengadilan melaksanakan Sidang Keliling ?

Tidak semua pengadilan melaksanakan sidang keliling, terutama pengadilan yang berada di ibukota propinsi.

Perkara apa saja yang dapat diajukan dalam Sidang Keliling ?

Semua perkara pada dasarnya dapat diajukan melalui sidang keliling, akan tetapi karena keterbatasan pada pelayanan sidang keliling, maka perkara yang dapat diajukan melalui sidang keliling, di antaranya adalah:

  • Itsbat nikah: pengesahan/pencacatan nikah bagi pernikahan yang tidak terdaftar di KUA
  • Cerai gugat: gugatan cerai yang ajukan oleh istri
  • Cerai talak: permohonan cerai yang diajukan oleh suami
  • Penggabungan perkara Itsbat dan cerai gugat/cerai talak apabila pernikahan tidak tercatat dan akan mengajukan perceraian .
  • Hak asuh anak: Gugatan atau permohonan hak asuh anak yang belum dewasa.
  • Penetapan ahli waris: Permohonan untuk menetapkan ahli waris yang sah.

Tempat Pelaksanaan Sidang Keliling

Pengadilan biasanya melaksanakan sidang keliling di balai sidang pengadilan, kantor kecamatan, kantor KUA,  atau tempat fasilitas umum yang mudah dijangkau oleh masyarakat yang tinggal jauh dari kantor pengadilan.

 

B.Langkah-langkah Pengajuan Perkara Pada Sidang Keliling


Langkah 1. Mencari Informasi  Sidang Keliling

Informasi  tentang  sidang keliling dapat diperoleh melalui kantor pengadilan setempat,  telepon, website pengadilan, kantor kecamatan atau kantor desa.

Pastikan anda mendapatkan informasi yang benar tentang :

  • Waktu sidang keliling
  • Tempat sidang keliling
  • Biaya Perkara
  • Tatacara mengajukan perkara melalui sidang keliling


Langkah 2. Melengkapi Persyaratan Administrasi :

Persyaratan administrasi yang perlu dilengkapi untuk mengajukan perkara pada sidang keliling adalah :

  • Membuat surat gugatan atau permohonan
  • Melengkapi dokumen-dokumen yang diperluakan  sesuai dengan perkara yang diajukan. (Lihat Panduan pengajuan gugatan/permohonan ).
  • Membayar panjar biaya perkara yang telah di tetapkan oleh  Pengadilan . Bagi yang tidak mampu membayar  maka dapat mengajukan  prodeo atau   beperkara secara gratis (lihat panduan cara mengajukan prodeo).

Pada saat pelaksanaan Persidangan Pemohon/penggugat harus membawa minimal 2 orang saksi yang mengetahui permasalahan penggugat/pemohon.

Menyerahkan semua persyaratan yang sudah lengkap tersebut di atas ke kantor pengadilan baik secara pribadi atau perwakilan yang ditunjuk.

Setelah persyaratan diserahkan, minta tanda bukti pembayaran  (SKUM), dan satu salinan surat gugatan/permohonan yang telah diberi nomor perkara.


Langkah 3 : Mengikuti Proses Persidangan

  • Datang tepat waktu di tempat sidang keliling yang telah ditentukan bersama 2 orang saksi dengan membawa SKUM dan salinan surat gugatan/permohonan.
  • Mengikuti seluruh proses persidangan  dengan tertib dan berpakaian sopan.
  • Jika tidak bisa hadir dalam sidang keliling, maka pemeriksaan persidangan ditunda.


Langkah 4 : Setelah Perkara Diputus

Setelah perkara diputus salinan putusan bisa diambil di Pengadilan atau di tempat sidang keliling.

 

 


Tentang Perkara Prodeo

 

Date & Time

Sumber daya terbaik anda adalah waktu anda..

Mantan Ketua PA Makale


Powered by Joomla!. Designed by: joomla 1.5 templates low-cost hosting Valid XHTML and CSS.